19 Mei Siapa Yang Pencuri? Aku Atau Dia?

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Ia terbenam dalam bukunya, tetapi kebetulan ia melihat,bahwa lelaki disebelahnya, dengan begitu berani, mengambil satu kue dari kantong yang terletak di antara mereka, ia mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam,sementara si "Pencuri Kue" yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Berpikir, kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!” Setiap kali ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. (read more ...)

13 Mei Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati. Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh. Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan. Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.

(read more ...)

12 Mei Jaga ’Jarak Aman’

"Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita bukan mahramnya, dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Khalwat mencakup pengertian keberduaan yang kita merasa terganggu jika hadir sosok ketiga. Ada kisah manis di Jamaah Shalahuddin UGM tentang ikhwan akhwat yang saling membelakangi lalu salah satunya masih bicara terus tanpa tahu bahwa ia ditinggal sendiri. Tetapi, kisah itu kini tinggal menjadi lelucon yang disampaikan pengantar rapat di banyak lembaga-lembaga dakwah. Padahal saya menganggap sikap seperti itu lebih terhormat daripada memudah-mudahkan interaksi sampai terlalu cair. Tetapi kadang-kadang, ada hal darurat yang mengharuskan kita bersikap lain. Tentu lain lagi masalahnya jika kita men-darurat-kan diri. Maka istaftii qalbak, mintalah fatwa pada hatimu dengan kejujuran.

 

(read more ...)

13 Apr 09 Tarbiyah Lisan

Kejujuran dalam Berkata (Shidqul Kalam)

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” [QS. Ash Shaff : 2 – 3]

Allah SWT menegur keras orang beriman dan atau secara umum seluruh kaum muslimun yang mengatakan apa yang tidak diperbuat, (read more ...)

21 Feb 200 Untukmu, Wahai Aktivis Dakwah...

Kepada kalian yang mempertautkan hati di jalan dakwah ....
Kepada kalian yang menjalin ikatan kasih dalam indahnya ukhuwah ....
Kepada kalian yang merindukan tegaknya syari’ah ....
Kepada kalian, ana tulis sebuah surat cinta ....
Karena bersama kalian ku temukan cinta di jalan dakwah ....
Kasih dalam jihad fi sabilillah ....
Uhibbukum FILLAH …. LILLAH ….

Teruntuk para aktivis dakwah,

(read more ...)

07 Feb 200 Jika Esok....

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling sering mengingat kematian. Setiap waktu yang berlalu seakan menjadi langkah terakhir. Beramal untuk akhiratmu, bersikap terbaik untuk sesamamu."

Matahari yang membuka hari selalu menjadi alasan untuk mengisi hari. Mengisi hari dengan segala sikap dan sifat yang sudah kita bawa sebelumnya, tanpa pernah menghiraukan apa yang akan terjadi esok. Membiarkan rasa sakit menjadi bagian yang kita beri untuk orang lain. Membiarkan rasa acuh menjadi kebiasaan yang terkadang tanpa terasa juga terberi untuk orang lain.

(read more ...)

02 Feb 200 Don`t Cry..!!! Ketika Mencintai Tak Bisa Menikahi

Sungguh, merupakan hal yang sangat menyakitkan hati. Ketika cinta kita ditolak oleh seseorang yang sangat kita harapkan cintanya. Sebahagaian dari kita mungkin akan langsung berfikir sepertinya Allah tidak adil. Langit terasa muram dan tidak bercahaya. Bukankah cinta kita benar-benar tulus dan murni. Untuk menjaga diri dari dosa, menjaga pandangan, menjaga hati, bahkan demi menjaga kesucian agama-Nya?

Apa yang salah pada diri kita?

Tidak layakkah kita mendapatkan janji-Nya, “Jika kamu menolong agama (Allah), niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7).

Begitu mahalkah tiket untuk mendapatkan pertolongan-Nya, (read more ...)