28 Mei Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan
Category: Celoteh |  Leave a Comment

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. (read more ...)

19 Mei Siapa Yang Pencuri? Aku Atau Dia?

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Ia terbenam dalam bukunya, tetapi kebetulan ia melihat,bahwa lelaki disebelahnya, dengan begitu berani, mengambil satu kue dari kantong yang terletak di antara mereka, ia mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam,sementara si "Pencuri Kue" yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Berpikir, kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!” Setiap kali ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. (read more ...)

13 Mei Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati. Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh. Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan. Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.

(read more ...)

13 Mei Zuhud

"Apa yang disisi mu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl [16] : 96-97)

Zuhud tidak identik dengan miskin, apalagi malas bekerja.
(read more ...)

12 Mei Jaga ’Jarak Aman’

"Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita bukan mahramnya, dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Khalwat mencakup pengertian keberduaan yang kita merasa terganggu jika hadir sosok ketiga. Ada kisah manis di Jamaah Shalahuddin UGM tentang ikhwan akhwat yang saling membelakangi lalu salah satunya masih bicara terus tanpa tahu bahwa ia ditinggal sendiri. Tetapi, kisah itu kini tinggal menjadi lelucon yang disampaikan pengantar rapat di banyak lembaga-lembaga dakwah. Padahal saya menganggap sikap seperti itu lebih terhormat daripada memudah-mudahkan interaksi sampai terlalu cair. Tetapi kadang-kadang, ada hal darurat yang mengharuskan kita bersikap lain. Tentu lain lagi masalahnya jika kita men-darurat-kan diri. Maka istaftii qalbak, mintalah fatwa pada hatimu dengan kejujuran.

 

(read more ...)